Klasifikasi Penyakit Diabetes menggunakan Metode Support Vector Machine
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
View Archive InfoField | Value | |
ISSN |
2548-964X |
|
Authentication Code |
dc |
|
Title Statement |
Klasifikasi Penyakit Diabetes menggunakan Metode Support Vector Machine |
|
Added Entry - Uncontrolled Name |
Mucholladin, Abu Wildan Bachtiar, Fitra Abdurrachman Furqon, Muhammad Tanzil Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya |
|
Summary, etc. |
Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang berhubungan dengan tingginya kadar gula atau glukosa dalam darah. Diabetes disebabkan oleh salah satu dari dua penyebab, yaitu reaksi autoimun (sistem pertahanan tubuh menyerang sel-sel yang memproduksi insulin) atau resistensi insulin (tubuh tidak sepenuhnya menanggapi insulin). Tujuan penelitian ini adalah membuat model machine learning yang dapat mendeteksi dini penyakit diabetes. Ada banyak cara untuk mendiagnosis diabetes, salah satu metodenya adalah menggunakan machine learning. Support Vector Machine (SVM) adalah salah satu metode machine learning yang dikenal cukup efektif untuk kasus klasifikasi. Dataset dibersihkan dan dinormalisasi terlebih dahulu sehingga siap untuk dimasukkan ke dalam model SVM. Model SVM diproses dan diuji sehingga mendapatkan model terbaik untuk melakukan diagnosis. Keluaran dari model SVM akan mendiagnosis pasien yang menderita diabetes ataupun yang tidak menderita diabetes. Model SVM dibagi menjadi dua jenis yaitu model benchmark yang diimplementasikan menggunakan algoritme Sequential Minimal Optimization (SMO) dan model scratch yang diimplementasikan menggunakan algoritme Sequential Learning. Masing-masing model dioptimasi menggunakan algoritme Grid Search sehingga dapat menemukan hyperparameters optimal yang dapat digunakan oleh model. Model yang sudah optimal diuji kembali pada beberapa metrik menggunakan 10-fold cross validation. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model benchmark memiliki nilai 0,87 mean accuracy, 0,82 mean precision, 0,78 mean sensitivity, dan 0,92 mean specificity. Model scratch memiliki nilai 0,78 mean accuracy, 0,69 mean precision, 0,59 mean sensitivity, dan 0,87 mean specificity. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa metode Support Vector Machine memiliki potensi untuk digunakan sebagai alat deteksi dini penyakit diabetes.
|
|
Publication, Distribution, Etc. |
Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya |
|
Electronic Location and Access |
application/pdf http://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/8573 |
|
Data Source Entry |
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 5 No 2 (2021): Februari 2021 |
|
Language Note |
ind |
|
Terms Governing Use and Reproduction Note |
Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer |
|